Best Practice Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Peserta didik Dalam Pembelajaran di kelas 10 PKM SMK ASSA’ADAH

 

 

 

Best Practice Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Peserta didik Dalam Pembelajaran di kelas 10 PKM SMK ASSA’ADAH

 

Lokasi

SMK ASSA’ADAH BUNGAH

Lingkup Pendidikan

Sekolah Menengah Atas

Tujuan yang ingin dicapai

Meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas 10 Perbankan dan Keuangan Mikro (PKM) pada mata pelajaran IPA materi Ekosistem, dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).

Penulis

Jihan Fatmawati, S.Si.

Tanggal

12 Mei 2022

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

 

A.    Latar belakang masalah yang menjadi kondisi atau alasan dilakukannya praktik baik pembelajaran ini adalah :

1.     Minat belajar peserta didik rendah.

2.     Minat baca peserta didik rendah.

3.     Kemampuan numerasi peserta didik kurang.

4.     Pendidik belum mengoptimalkan model-model pembelajaran yang inovatif berdasarkan karakteristik materi dan peserta didik.

5.     Materi terkait literasi, numerasi dan advanced material jarang diberikan.

6.     Pembelajaran di kelas masih belum berbasis HOTs.

7.     Pemahaman anak-anak terhadap media pembelajaran berbasis Teknologi/inovasi masih rendah.

8.     Media pengembangan pembelajaran oleh pendidik kurang kreatif

 

B.    Setelah dilakukan analisis terhadap hasil kajian literatur dan hasil wawancara, serta dikonfirmasi melalui observasi/pengamatan dapat diketahui bahwa penyebab masalah rendahnya minat belajar peserta didik disebabkan oleh :

  1. Strategi  pembelajaran pendidik dan media pembelajaran yang kurang bervariasi
  2. Kondisi fisik peserta didik, kecerdasan peserta didik, sarana prasarana, waktu pembelajaran, kebiasaan belajar peserta didik, pendidik, orangtua, kondisi emosional peserta didik, dan faktor kesehatan peserta didik
  3. Pembelajaran berfokus pada pendidik.
  4. Maraknya penggunaan gawai di kalangan mereka yang menghabiskan hampir seluruh waktu mereka.
  5. Tidak adanya motivasi kuat dari keluarganya di rumah untuk belajar.
  6. Peserta didik  berpikir bahwa lulus SMK mereka langsung kerja, jadi merasa apa yang dipelajari di SMK tidak ada manfaatnya ketika mereka bekerja nanti.
  7. Peserta didik malas berpikir, ingin sesuatu yang instan, dan kurangnya kebiasaan bernalar.

 

Hasil analisis menyebutkan bahwa diperlukan strategi pembelajaran yang tepat dan bervariasi menggunakan berbagai macam media pembelajaran  serta berpusat pada peserta didik. Media pembelajaran bervariasi dan berpusat pada peserta didik  dinilai dapat menumbuhkan semangat dan minat peserta didik dalam meningkatkan minat belajar peserta didik kelas 10 PKM SMK ASSA’ADAH.

 

Pendidik menggunakan metode Problem   Based Learning (PBL)  dapat membantu peserta didik mengembangkan keterampilan berfikir dan keterampilan mengatasi masalah.

 

C.    Praktik ini penting untuk dibagikan karena:

1.     Praktik ini dapat menjadi referensi atau inspirasi baik bagi rekan pendidik yang mengalami permasalahan yang sama dengan yang saya alami, sehingga berdampak pada perbaikan pembelajaran di kelas.

2.     Praktik ini dapat memberikan motivasi bagi pendidik- pendidik lainnya.

3.     Praktik ini dapat memperbaiki kinerja pendidik dalam proses pembelajaran.

4.     Praktik ini dapat meningkatkan peran pendidik sebagai fasilitator.

5.     Praktik ini dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

6.     Praktik ini dapat memberikan dampak yang besar

dalam proses pembelajaran seperti peserta didik menjadi lebih aktif dan terlibat dalam berbagai kegiatan.

 

D.    Peran dan tanggung jawab pendidik dalam  praktik ini adalah :

1.     Proses perencanaan terdiri dari :

a)     Membuat perangkat pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013, yang meliputi RPP materi Ekosistem, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang mendukung pembelajaran model Problem Based Learning (PBL, bahan ajar, media dan instrumen, sebagai acuan bagi pendidik untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar lebih terarah dan berjalan secara efektif dan efisien.

2.     Proses Pembelajaran terdiri dari :

a)     Kegiatan Pendahuluan

b)    Kegiatan Inti

c)     Kegiatan Penutup

3.     Proses evaluasi dan analisis hasil pembelajaran

Melakukan penilaian secara menyeluruh menggunakan instrumen yang meliputi penilaian afektif, psikomotorik dan kognitif dalam hal ini penilaian dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung.

4.     Penyusunan Laporan Best Practice menggunakan Metode Situasi, Tantangan, Aksi dan Refleksi Hasil dan Dampak (STAR).

 

 

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,

 

Beberapa hal yang menjadi tantangan dalam praktik pembelajaran di kelas 10 PKM SMK ASSA’ADAH menggunakan model Problem Based Learning (PBL) materi Ekosistem  dalam hal ini peserta didik masih belum terbiasa menggunakan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik atau Student Centered Learning (SCL), selama ini model pembelajaran yang digunakan adalah Teacher Centered Learning (TCL) dimana pembelajaran berpusat pada pendidik. Pendidik memegang kendali penuh selama pembelajaran sekaligus pemberi informasi utama, sedangkan peserta didik hanya bisa mendengarkan selama berjam-jam. Penerapan model SCL mengharuskan  peserta didik menjadi pelaku aktif dalam kegiatan belajar, karena belum terbiasa maka dalam pelaksanaanya diperlukan adaptasi sampai akhirnya pembelajaran berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

 

Student Centered Learning menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) materi Ekosistem mengharuskan peserta didik untuk memecahkan permasalahan secara berkelompok, sedangkan selama ini peserta didik terbiasa belajar sendiri-sendiri, sehingga ketika peserta didik diharuskan bekerja kelompok ada kalanya tidak berjalan dengan baik, antara lain peserta didik tidak terbiasa berinteraksi dengan teman sekelompoknya, dalam satu kelompok tidak semua peserta didik terlibat aktif dalam diskusi menyelesaikan permasalahan yang dikemukakan oleh pendidik yang tertuang di dalam LKPD, menyebabkan konflik kecil, dan dapat mempengaruhi proses pembelajaran, dikarenakan disini peserta didik harus siap menerima pendapat dari teman sekelompoknya, disini mereka dituntut untuk saling menghargai dan gotong royong.

 

Student Centered Learning  (SCL) menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) materi Ekosistem mengharuskan peserta didik untuk melakukan penyelidikan secara individual dan kelompok terhadap materi yang telah dikemukan oleh pendidik yang tertuang dalam LKPD, pada tahap ini kemampuan peserta didik untuk memahami permasalahan serta mencari pemecahan mutlak dibutuhkan, sedangkan kemampuan literasi peserta didik yang mencakup kemampuan membaca dan menulis, menambah pengetahuan dan ketrampilan, berpikir kritis dalam memecahkan masalah, serta kemampuan berkomunikasi secara efektif yang dapat mengembangkan potensi dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat relatif rendah. Rendahnya kemampuan literasi pada peserta didik disebabkan oleh pemilihan buku ajar, miskonsepsi, pembelajaran yang tidak kontekstual, dan kemampuan membaca peserta didik. Ketika diberikan suatu masalah untuk dipecahkan secara individu atau berkelompok peserta didik rata-rata malas untuk membaca petunjuk, sehingga pesan yang terdapat baik di LKPD maupun soal evaluasi tidak dipahami dengan baik dan menyebabkan masalah yang diberikan tidak bisa diselesaikan dengan baik. Sumber belajar yang terbatas juga sangat berpengaruh terhadap kemampuan peserta didik untuk memecahkan permasalahan yang diberikan, selama ini peserta didik hanya mempunyai sumber belajar LKS yang dibagikan oleh pihak sekolah. Peserta didik tidak diwajibkan memiliki buku pegangan, sedangkan buku-buku penunjang di perpustakaan yang sesuai dengan mata pelajaran IPA/Biologi di SMK ASSA’ADAH jumlahnya terbatas. Salah satu sumber belajar lainnya yang digunakan peserta didik adalah dari mesin pencarian di internet, sedangkan karena minat baca rendah, peserta didik hanya mengambil dari satu sumber saja tidak kemudian mencari pilihan jawaban dari sumber lainnya, akibatnya solusi dari masalah yang dikemukakan kurang spesifik.

 

Tantangan pada saat diskusi kelompok yang ditemukan adalah diskusi kelompok ada kalanya didominasi oleh seorang atau beberapa orang anggota diskusi dan menyebabkan orang yang tidak berminat hanya sebagai penonton, bisa pula terjadi perbedaan pandangan dari berbagai sudut bagi masalah yang dipecahkan, bahkan mungkin pembicaraan menjadi menyimpang, sehingga memerlukan waktu yang panjang, pada kesempatan lain terdapat anggota kelompok mencoba mendominasi pembicaraan, sedangkan anggota lainnya mungkin segan untuk ikut berpartisipasi. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL ) yang  dilakukan secara berkelompok membuat peserta didik yang malas semakin malas.

 

Student Centered Learning menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) materi Ekosistem mengharuskan peserta didik untuk menyajikan hasil karya dengan cara presentasi. Presentasi bisa diartikan menyajikan atau mengemukakan informasi kepada orang lain dengan tujuan bermacam-macam seperti, memberi tahu, mempengaruhi ataupun mengajak (persuasif). Namun demikian pada saat ini presentasi juga dilakukan dalam proses pembelajaran, baik yang dilakukan oleh pendidik maupun peserta didik. Kendala yang dihadapi peserta didik pada saat presentasi adalah peserta didik tidak melakukan persiapan yang matang, sehingga muncul rasa gugup dan cemas sehingga presentasi berjalan kurang baik. Komunikasi satu arah yang dilakukan saat presentasi juga terjadi dikarenakan,  peserta didik ingin segera menuntaskan sesi presentasi sehingga memberikan waktu sedikit untuk sesi tanya jawab. Kendala lain pada saat presentasi adalah peserta didik dari kelompok lain kurang aktif memberikan tanggapan sehingga sesi presentasi berjalan monoton dan kurang menarik.

 

Yang terlibat pada Praktik Praktik Pengalaman Lapangan materi Ekosistem  adalah :

1.     Peserta didik kelas 10 PKM SMK Assa’adah sebagai subjek utama pembelajaran model Problem Based Learning (PBL).

2.     Jihan Fatmawati, S.Si., Pendidik sebagai fasilitator, demonstrator, motivator, dan penilai.

3.     Dr. Wachidatul Linda Yuhanna, M.S.i. Dosen pembimbing dan Ima Agung Nurcahyo, S.Si., sebagai guru pamong dalam proses melaksanakan Praktik Pembelajaran Lapangan (PPL).

4.     Dra. Sumiati, Kepala sekolah SMK ASSA’ADAH yang memberikan izin, mendukung dan memberikan kritik serta sarannya agar praktik ini dapat berjalan dengan optimal.

5.     Alis Rosyidah, M.Si., dan Indah Nur Kholidah, S.P., Rekan sejawat yang membantu terlaksananya kegiatan ini.

6.     Shofaur Ruhah, A.Md., Rekan sejawat konsultan teknik pengambilan gambar dan editing video.

7.     Fatihul Ihsan, dan Nabilah dari jurusan Multimedia SMK ASSA’ADAH peserta didik yang membantu turut membantu dalam menyiapkan sarana dan prasarana serta dalam proses pengambilan dan edit video.

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

 

Langkah-langkah yang dilakukan dalam menghadapi tantangan dalam Praktik Pembelajaran Lapangan (PPL) ini adalah :

 

1)    Pemilihan metode pembelajaran yang lebih bervariasi.

a.     Strategi yang dilakukan pendidik dalam pemilihan metode pembelajaran adalah dengan memahami karakteristik peserta didik, Disini pendidik memilih metode pembelajaran yang akan digunakan adalah ceramah, penugasan, tanya jawab dan diskusi.

b.     Proses pemilihan metode ini pertama pendidik mempelajari macam-macam metode dalam pembelajaran, lalu memahami karakteristik peserta didik dengan melihat kemampuan dasar dan kebiasaan peserta didik.

c.     Sumber daya yang diperlukan dalam pemilihan metode ini antara lain meningkatkan pemahaman/kompetensi pendidik akan metode pembelajaran dan juga pemahaman pendidik akan materi pembelajaran yang akan disampaikan.

 

2)    Pemilihan media pembelajaran

a.     Strategi yang dilakukan pendidik dalam pemilihan media pembelajaran adalah dengan memilih media pembelajaran yang dirasa tepat dan sesuai karakteristik peserta didik, selain itu pendidik memilih media pembelajaran yang dikuasai baik dalam pembuatan dan juga penggunaannya, pada kegiatan pembelajaran ini  pendidik memilih media pembelajaran menggunakan video dan Power point.

b.     Proses pembuatan media dimulai dari mempersiapkan materi sesuai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran  (RPP) yang sudah disusun sebelumnya, serta mempelajari materi yang akan dibuat medianya, kemudian pendidik merancang desain power point yang menarik sehingga membuat rasa penasaran peserta didik juga tinggi untuk mengulik materi tersebut setelah kelas berakhir. Adapun untuk media pembelajaran berupa video youtube, pada kegiatan pembelajaran ini masih menggunakan video yang dibuat oleh orang lain, dikarenakan pendidik belum mampu membuat media belajar video berbasis Artifical Intelligence (AI), Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR).

c.     Sumber daya yang diperlukan untuk membuat media pembelajaran ini antara lain meningkatkan kemampuan pendidik dalam menggunakan media power point dan sarana pendukung lain yaitu laptop dan jaringan internet yang memadai.

 

3)    Pemilihan model pembelajaran

a.     Strategi yang dilakukan pendidik dalam pemilihan model pembelajaran adalah dengan memahami karakteristik peserta didik, pada kegiatan ini pendidik  memilih  model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan bantuan video dan pendekatan masalah kontekstual.

b.     Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dipilih karena dapat memberi tantangan kepada peserta didik untuk menemukan pengetahuan baru,  membantu peserta didik mengalihkan pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata, serta mengembangkan kemampuan peserta didik untuk berpikir kritis.

c.     Sintaks atau urutan langkah langkah kegiatan pembelajaran model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) adalah Orientasi peserta didik pada masalah, mengorganisasi peserta didik untuk belajar, membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

d.     Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) meliputi kegiatan Pendahuluan, Kegiatan Inti dan Penutup.

e.     Kegiatan pendahuluan, kegiatan ini bertujuan menyiapkan mental dan fisik peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran. Kegiatan pendahuluan terdiri dari Salam pembuka, doa untuk memulai belajar, pemberian motivasi serta kegiatan apersepsi untuk mengaitkan apa yang telah diketahui atau di alami dengan apa yang akan dipelajari. Di akhir kegiatan apersepsi pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan tersebut. Pada kegiatan apersepsi peserta didik mulai aktif menjawab pertanyaan pemantik yang dikemukan oleh pendidik.

Gambar 1 : Kegiatan Pendahuluan

 

f.      Kegiatan inti, kegiatan inti dalam pembelajaran merupakan kegiatan yang utama dalam proses pembelajaran atau dalam proses penguasaan pengalaman belajar (learning experience) peserta didik. Membentuk pengalaman belajar maupun kemampuan peserta didik perlu ditempuh melalui proses belajar yang direncanakan oleh pendidik. Kegiatan inti pada  pembelajaran ini diawali dengan orientasi peserta didik pada masalah, pada kegiatan ini pendidik  menampilkan materi pembelajaran berupa video dan power point berisikan materi ekosistem. Peserta didik dalam ini menyimak dengan baik.

Gambar 2. orientasi peserta didik pada masalah, menampilkan video dan power point.

 

Selanjutnya pendidik memberikan pertanyaan kontekstual terkait materi yang telah disajikan, selanjutnya peserta didik menjawab pertanyaan kontekstual yang ditanyakan oleh pendidik.

Gambar 3 : Memberikan pertanyaan kontekstual terkait materi yang telah disajikan

 

 

Kegiatan inti berikutnya adalah mengorganisasi peserta didik untuk belajar, dengan membagi kelas menjadi 3 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3 sampai 4 peserta didik, untuk bekerjasama mengerjakan LKPD yang berisikan permasalahan kontektsual sesuai dengan materi ekosistem serta memecahkan masalah yang berkaitan dengan materi tersebut. Dalam kegiatan ini peserta didik diminta untuk bekerja sama dengan baik, mendengar dan menghargai pendapat dari teman satu kelompok, sehingga didapatkan hasil diskusi sesuai dengan LKPD yang diberikan.

 

Gambar 4.  Mengorganisasi peserta didik untuk belajar

 

Kegiatan inti berikutnya adalah pendidik membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, pada kegiatan ini pendidik mendampingi diskusi yang dilakukan oleh kelompok serta membantu jika ada kesulitan yang dihadapi selama proses diskusi.

Gambar 5. Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok

 

Kegiatan inti berikutnya adalah mengembangkan dan menyajikan hasil, pada kegiatan ini peserta didik secara berkelompok diminta untuk menyajikan hasil diskusi terhadap masalah kontekstual yang diberikan pendidik pada LKPD yang telah dikerjakan untuk kemudian mempresentasikan di hadapan seluruh teman kelompok lain dengan kompak dan percaya diri, pada saat presentasi peserta didik mampu menyajikan presentasi dengan baik, meskipun masih dapat dilihat bahwa peserta didik kurang percaya diri dalam menyajikan serta menjawab pertanyaan dari kelompok yang lain.

 

Gambar 6. Mengembangkan dan menyajikan hasil.

 

Kegiatan inti berikutnya adalah menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, pada kegiatan ini pendidik meminta peserta didik secara bersama-sama membuat kesimpulan hasil diskusi dan ide terkait pertanyaan kontekstual dari pendidik. Selanjutnya pendidik memberikan konfirmasi atas diskusi dan kesimpulan peserta didik, serta memberikan penghargaan dan apresiasi kepada peserta didik karena telah mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

 

Gambar 7. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

 

g.     Kegiatan Penutup dilakukan Pendidik bersama dengan peserta didik membuat kesimpulan tentang pembelajaran yang sudah dilakukan, selanjutnya pendidik memberikan kegiatan evaluasi yang di  akhir penyajian materi yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana  pengetahuan peserta didik atas materi yang telah diajarkan. Evaluasi berisikan 5 soal isian singkat berbasis HOTs, menyajikan soal literasi dan numerasi, untuk selanjutnya dikumpulkan dan dilakukan penilaian kognitif. Selain penilaian kognitif pendidik juga telah melakukan penilaian afektif dan psikomotorik selama proses diskusi kelompok dan presentasi.

Gambar 8. Peserta didik mengerjakan evaluasi akhir pembelajaran.

 

Selanjutnya pendidik menyampaikan rencana kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya serta menutup pembelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam

 

Gambar 9. Salam penutup.

 

 

4)    Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini :

1)    Peserta didik kelas 10 PKM SMK Assa’adah sebagai subjek utama pembelajaran model Problem Based Learning (PBL).

2)    Jihan Fatmawati, S.Si., Pendidik sebagai fasilitator, demonstrator, motivator, dan penilai.

3)    Dr. Wachidatul Linda Yuhanna, M.S.i. Dosen pembimbing dan Ima Agung Nurcahyo, S.Si., sebagai guru pamong dalam proses melaksanakan Praktik Pembelajaran Lapangan (PPL).

4)    Dra. Sumiati, Kepala sekolah SMK ASSA’ADAH yang memberikan izin, mendukung dan memberikan kritik serta sarannya agar praktik ini dapat berjalan dengan optimal.

5)    Alis Rosyidah, M.Si., dan Indah Nur Kholidah, S.P., Rekan sejawat yang membantu terlaksananya kegiatan ini.

6)    Fatihul Ihsan, dan Nabilah dari jurusan Multimedia SMK ASSA’ADAH peserta didik yang membantu turut membantu dalam menyiapkan sarana dan prasarana serta dalam proses pengambilan dan edit video.

7)    Shofaur Ruhah, A.Md., Rekan sejawat konsultan teknik pengambilan gambar dan editing video.

8)    Sarana belajar yang memadai terdiri dari ruang kelas yang bersih, dengan pencahayaan dengan baik, sirkulasi udara yang baik, Papan tulis, LCD, Laptop, Handphone, Jaringan internet yang memadai, dan alat tulis, Buku penunjang belajar

 

Refleksi Hasil dan dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

 

A.    Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan Pembelajaran Lapangan model Problem Based Learning (PBL) adalah :

1)    Pemilihan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) memberikan dampak baik bagi peserta didik yaitu peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, mulai dari kegiatan apersepsi, orientasi peserta didik pada masalah, mengorganisasi peserta didik untuk belajar, membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

2)    Pada kegiatan apersepsi peserta didik mulai aktif menjawab pertanyaan pemantik yang dikemukan oleh pendidik berkaitan dengan permasalahan kontesktual materi ekosistem.

3)    Pada kegiatan orientasi peserta didik pada masalah, pendidik menyajikan video youtube dan media power point, pada kegiatan ini peserta didik menyimak dengan baik dan seksama.

4)    Pada kegiatan mengorganisasi peserta didik untuk belajar, peserta didik melakukan kerjasama bersama teman satu kelompok untuk mengerjakan LKPD berkaitan dengan masalah konstekstual materi ekosistem, adapun masalah kontesktual yang diberikan oleh pendidik berhubungan dengan advanced material yaitu Deforestrasi Hutan di Indonesia, Kebakaran Hutan di Indonesia dan Penambangan Liar di Hutan Indonesia, untuk selanjutnya didiskusikan dan dicari solusi terbaik terhadap masalah yang telah diberikan. Peserta didik sudah mampu bekerja sama dengan baik dan menghargai pendapat dari teman satu kelompok.

5)    Pada kegiatan membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, pendidik memberikan pendampingan kepada peserta didik jika peserta didik mengalami kesulitan dalam menjawab permasalahan kontekstual yang diberikan pendidik dalam LKPD.

6)    Pada kegiatan mengembangkan dan menyajikan hasil, peserta didik secara berkelompok maju ke depan mempresentasikan hasil diskusi dan teman dari kelompok lain, menyimak dan memberikan tanggapan. Pada kegiatan ini presentasi yang dilakukan oleh tiap kelompok sudah lebih baik dibandingkan pada presentasi di pertemuan selanjutnya, peserta didik sudah semakin percaya diri, dan menunjukkan kekompakan dalam melakukan presentasi. Peserta didik sudah mulai bisa memberikan tanggapan serta menanggapi pertanyaan dari kelompok lain.

7)    Pada kegiatan menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, pendidik dan peserta didik bersama-sama mampu melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran pertemuan tersebut, refleksi yang dikemukan berkaitan dengan advanced material pada LKPD adalah dampak negatif atau kerugian dari kerusakan hutan akibat Deforestrasi Hutan di Indonesia, Kebakaran Hutan di Indonesia dan Penambangan Liar di Hutan Indonesia dapat  dirasakan oleh banyak pihak tidak saja oleh pengusaha hutan yang kehilangan peluang berproduksi secara optimal-lestari guna mempertahankan kelangsungan bisnisnya; juga timbul penilaian atas berkurangnyan peran Pemerintah dalam melindungi rakyatnya dari bahaya banjir, tanah longsor, ketersediaan air untuk pertanian dan kehidupan rakyat, ketersediaan udara bersih, penderitaan rakyat yang tinggal di dataran rendah/ pesisir/ perkotaan bahkan sampai pada satwa liar yang dilindungi terpaksa berkeliaran karena kehilangan habitatnya.

8)    Kegiatan penutup diawali dari pendidik bersama dengan peserta didik membuat kesimpulan terhadap pembelajaran hari ini dan disimpulkan bahwa pembelajaran hari ini berlangsung dengan sangat baik, peserta didik mampu bekerja sama memecahkan permasalahan kontekstual materi ekosistem dan mempresentasikan hasil diskusi dengan baik.

9)    Selanjutnya pendidik memberikan evaluasi akhir pembelajaran, pendidik menyajikan 5 soal uraian berisikan soal Literasi dan Numerasi yang dihubungkan dengan advanced material materi ekosistem. Soal HOTs yang disajikan diharapkan bisa meningkatkan dan mengasah logika, pola pikir kritis, dan kreativitas pada peserta didik.

10) Kegiatan diakhiri dengan pendidik memberikan umpan balik kegiatan pertemuan tersebut dan menyampaikan pembelajaran di pertemuan selanjutnya, diakhiri dengan doa dan salam penutup.

 

B.    Keefektifan dan dapat dilihat dari proses Praktik Selama kegiatan pembelajaran

 

Pendidik melakukan penilaian afektif, psikomotorik dan kognitif kepada peserta didik kelas 10 PKM SMK ASSA’ADAH. Berdasarkan hasil tes kognitif nilai rata-rata peserta didik kelas 10 PKm adalah 87,8 dengan KKM sekolah untuk mata pelajaran IPA adalah 75. Presentase ketuntasan peserta didik sebanyak 90,90 % (11 peserta didik) presentase peserta didik yang belum tuntas sebanyak  9,10 %, peserta didik banyak tuntas dikarenakan peserta didik mampu memahami materi pembelajaran dengan baik, sedangkan 1 peserta didik yang belum tuntas dikarenakan masih belum memahami pembelajaran dengan baik, sehingga diperlukan rencana tindak lanjut. Untuk penilaian afektif 11 peserta didik sudah menunjukkan kemampuan disiplin, kerjasama dan teliti dalam kegiatan pembelajaran, dibuktikan dengan 4 peserta didik memperoleh nilai afektif 100, 6 peserta didik yang memperoleh nilai 89 dan 1 peserta didik yang mampu memperoleh nilai 78, jika di rata-rata maka didapatkan nilai 92, hasil ini sudah sangat bagus meskipun tetap harus ditingkatkan. Untuk penilaian psikomotorik sebanyak 2 peserta didik yang masuk menunjukkan kemampuan sangat baik dalam penggunaan bahasa saat presentasi, kejelasan suara saat presentasi, penguasaan materi presentasi, menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan materi presentasi, penampilan kerapian, kesopanan dan percaya diri saat presentasi. 5 peserta didik menunjukkan kemampuan baik dalam penggunaan bahasa saat presentasi, kejelasan suara saat presentasi, penguasaan materi presentasi, menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan materi presentasi, penampilan kerapian, kesopanan dan percaya diri saat presentasi dan  3 peserta didik menunjukkan kemampuan cukup baik dalam penggunaan bahasa saat presentasi, kejelasan suara saat presentasi, penguasaan materi presentasi, menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan materi presentasi, penampilan kerapian, kesopanan dan percaya diri saat presentasi.

 

3. Respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan

a)     Sarah Nafisatuz Zahra, Peserta didik kelas 10 PKM SMK ASSA’ADAH,

Pembelajaran model Problem Based Learning (PBL) sangat menyenangkan, karena peserta didik dapat aktif selama pembelajaran dan meningkatkan kemandirian, kerjasama, dan saling menghargai.

b)    Dra. Sumiati, Kepala Sekolah SMK ASSA’ADAH

Pembelajaran model Problem Based Learning (PBL), yang diterapkan pada PPL fase 1, sangat baik dalam mengembangkan keterampilan berpikir dan keterampilan mengatasi masalah, Diharapkan model ini tidak hanya digunakan pada saat PPL saja, tetapi dapat diterapkan pada pembelajaran selanjutnya di kelas.

c)     Alis Rosyidah, M.Si., Guru IPAS SMK ASSA’ADAH,

Pembelajaran Model Problem Based Learning (PBL) sangat sesuai, untuk perlahan mengganti metode pembelajaran  sebelumnya yang masih berpusat pada guru, menjadi pembelajaran berpusat pada peserta didik, sehingga peserta didik mampu belajar mandiri, kreatif dan berpikir kritis.

d)    Dr. Wachidatul Linda Yuhanna, M.S.i. Dosen pembimbing dan Ima Agung Nurcahyo, S.Si., sebagai guru pamong PPG Daljab UNIPMA

Proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) sudah sangat baik sesuai sintak, hanya saja untuk penyusunan Best Practice perlu lebih sistematis, dan terperinci supaya dapat dijadikan sebagai acuan dalam pembelajaran selanjutnya

 

4.     Faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan

1)    Penggunaan media sangat membantu pemahaman peserta didik akan konsep yang abstrak tentang materi pembelajaran dibuktikan dengan hasil evaluasi pembelajaran peserta didik diatas KKM.

2)    Pemilihan metode yang variatif sangat efektif untuk meningkatkan keaktifan peserta didik terlihat dari kegiatan peserta didik saat pembelajaran

3)    Pemilihan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat melatih sikap proaktif peserta didik dalam memecahkan suatu masalah, mengasah kemampuan peserta didik dalam menguraikan suatu permasalahan di kelas, meningkatkan keaktifan peserta didik di kelas dalam menyelesaikan permasalahan yang kompleks sampai diperoleh hasil nyata.

4)    Desain kegiatan yang berpusat pada peserta didik sangat meningkatkan keaktifan peserta didik saat proses pembelajaran sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar.

 

5.     Pembelajaran yang bisa diambil dari keseluruhan proses pembelajaran model Problem Based learning.

1)    PBL dapat meningkatkan kemandirian peserta didik

2)    PBL mendorong partisipasi peserta didik dalam belajar

3)    PBL mengembangkan keterampilan dalam dunia nyata

4)    PBL meningkatkan kemampuan kerjasama

 

6.     Rencana Tindak Lanjut

1)    Rekomendasi untuk peserta didik yang belum tuntas pada tes kognitif 9 % dari total 11 peserta didik,  maka akan diberikan kegiatan perbaikan di kemudian hari.

2)    Rekomendasai untuk kemampuan afektif peserta didik adalah dengan cara pendidik  meningkatkan memberikan bahan ajar yang tepat dalam proses pembelajaran

3)    Rekomendasi untuk meningkatkan kemampuan psikomotorik yaitu presentasi, maka pendidik memberikan masukan kepada peserta didik antara lain, peserta didik diharapkan melakukan pemanasan atau latihan terlebih dahulu, sehingga ketika presentasi mereka tidak lagi gugup, dan mampu menyajikan presentasi dengan baik, latihan mencakup kegiatan pembuka, pengguanaan media presentasi yang menarik, artikulasi, gesture, menyiapkan kerangka presentasi yang baik dan kegiatan penutup yang menarik, sehingga diharapkan pada kegiatan presentasi berikutnya berjalan lebih baik.

 

 

 

Komentar