Meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas 10 Perbankan dan Keuangan Mikro (PKM) pada mata pelajaran IPA materi Ekosistem, dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).
Best Practice
Meningkatkan
hasil belajar peserta didik kelas 10 Perbankan dan Keuangan Mikro (PKM) pada
mata pelajaran IPA materi Ekosistem, dengan menggunakan model pembelajaran
Problem Based Learning (PBL).
Latar
belakang masalah yang menjadi kondisi atau alasan dilakukannya praktik baik pembelajaran
ini adalah Minat belajar peserta didik rendah, Minat baca peserta didik rendah.
Kemampuan numerasi peserta didik kurang. Pendidik belum mengoptimalkan
model-model pembelajaran yang inovatifberdasarkan karakteristik materi dan peserta
didik. Materi terkait literasi, numerasi dan advanced material jarang
diberikan, Pembelajaran di kelas masih belum berbasis HOTs. Pemahaman anak-anak
terhadap media pembelajaran berbasis Teknologi/inovasi masih rendah, Media
pengembangan pembelajaran oleh pendidik kurang kreatif
Setelah dilakukan analisis terhadap hasil
kajian literatur dan hasil wawancara, serta dikonfirmasi melalui
observasi/pengamatan dapat diketahui bahwa penyebab masalah rendahnya minat
belajar peserta didik disebabkan oleh :
1.
Strategi pembelajaran pendidik dan
media pembelajaran yang kurang bervariasi
2.
Kondisi fisik peserta didik, kecerdasan peserta didik, sarana prasarana,
waktu pembelajaran, kebiasaan belajar peserta didik, pendidik, orangtua,
kondisi emosional peserta didik, dan faktor kesehatan peserta didik
3.
Pembelajaran berfokus pada pendidik.
4.
Maraknya penggunaan gawai di kalangan mereka yang menghabiskan hampir
seluruh waktu mereka.
5.
Tidak adanya motivasi kuat dari keluarganya di rumah untuk belajar.
6.
Peserta didik berpikir bahwa lulus
SMK mereka langsung kerja, jadi merasa apa yang dipelajari di SMK tidak ada
manfaatnya ketika mereka bekerja nanti.
7.
Peserta didik malas berpikir, ingin sesuatu yang instan, dan kurangnya
kebiasaan bernalar.
Hasil analisis menyebutkan bahwa diperlukan strategi pembelajaran yang
tepat dan bervariasi menggunakan berbagai macam media pembelajaran serta berpusat pada peserta didik. Media
pembelajaran bervariasi dan berpusat pada peserta didik dinilai dapat menumbuhkan semangat dan minat
peserta didik dalam meningkatkan minat belajar peserta didik kelas 10 PKM SMK
ASSA’ADAH. Pendidik menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) dapat membantu peserta didik mengembangkan
keterampilan berfikir dan keterampilan mengatasi masalah.
Praktik ini
penting untuk dibagikan karena:
1.
Praktik ini dapat menjadi referensi atau inspirasi baik bagi rekan
pendidik yang mengalami permasalahan yang sama dengan yang saya alami, sehingga
berdampak pada perbaikan pembelajaran di kelas.
2.
Praktik ini dapat memberikan motivasi bagi pendidik- pendidik lainnya.
3.
Praktik ini dapat memperbaiki kinerja pendidik dalam proses pembelajaran.
4.
Praktik ini dapat meningkatkan peran pendidik sebagai fasilitator.
5.
Praktik ini dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
6.
Praktik ini dapat memberikan dampak yang besar dalam proses pembelajaran
seperti peserta didik menjadi lebih aktif dan terlibat dalam berbagai kegiatan.
Peran dan
tanggung jawab pendidik dalam praktik
ini adalah :
Membuat perangkat pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013, yang meliputi RPP materi Ekosistem, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang mendukung pembelajaran model Problem Based Learning (PBL, bahan ajar, media dan instrumen, sebagai acuan bagi pendidik untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar lebih terarah dan berjalan secara efektif dan efisien.
2. Proses Pembelajaran terdiri dari :
1) Kegiatan Pendahuluan
2) Kegiatan Inti
3) Kegiatan Penutup
4) Proses evaluasi dan analisis hasil pembelajaran
3. Melakukan penilaian secara menyeluruh menggunakan instrumen yang meliputi penilaian afektif, psikomotorik dan kognitif dalam hal ini penilaian dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung.
4. Penyusunan Laporan Best Practice menggunakan Metode Situasi, Tantangan, Aksi dan Refleksi Hasil dan Dampak (STAR).
Beberapa hal yang menjadi tantangan dalam praktik pembelajaran di kelas 10 PKM SMK ASSA’ADAH menggunakan model Problem Based Learning (PBL) materi Ekosistem dalam hal ini peserta didik masih belum terbiasa menggunakan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik atau Student Centered Learning (SCL), selama ini model pembelajaran yang digunakan adalah Teacher Centered Learning (TCL) dimana pembelajaran berpusat pada pendidik. Pendidik memegang kendali penuh selama pembelajaran sekaligus pemberi informasi utama, sedangkan peserta didik hanya bisa mendengarkan selama berjam-jam. Penerapan model SCL mengharuskan peserta didik menjadi pelaku aktif dalam kegiatan belajar, karena belum terbiasa maka dalam pelaksanaanya diperlukan adaptasi sampai akhirnya pembelajaran berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Student Centered Learning menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) materi Ekosistem mengharuskan peserta didik untuk memecahkan permasalahan secara berkelompok, sedangkan selama ini peserta didik terbiasa belajar sendiri-sendiri, sehingga ketika peserta didik diharuskan bekerja kelompok ada kalanya tidak berjalan dengan baik, antara lain peserta didik tidak terbiasa berinteraksi dengan teman sekelompoknya, dalam satu kelompok tidak semua peserta didik terlibat aktif dalam diskusi menyelesaikan permasalahan yang dikemukakan oleh pendidik yang tertuang di dalam LKPD, menyebabkan konflik kecil, dan dapat mempengaruhi proses pembelajaran, dikarenakan disini peserta didik harus siap menerima pendapat dari teman sekelompoknya, disini mereka dituntut untuk saling menghargai dan gotong royong.
Student Centered Learning (SCL) menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) materi Ekosistem mengharuskan peserta didik untuk melakukan penyelidikan secara individual dan kelompok terhadap materi yang telah dikemukan oleh pendidik yang tertuang dalam LKPD, pada tahap ini kemampuan peserta didik untuk memahami permasalahan serta mencari pemecahan mutlak dibutuhkan, sedangkan kemampuan literasi peserta didik yang mencakup kemampuan membaca dan menulis, menambah pengetahuan dan ketrampilan, berpikir kritis dalam memecahkan masalah, serta kemampuan berkomunikasi secara efektif yang dapat mengembangkan potensi dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat relatif rendah. Rendahnya kemampuan literasi pada peserta didik disebabkan oleh pemilihan buku ajar, miskonsepsi, pembelajaran yang tidak kontekstual, dan kemampuan membaca peserta didik. Ketika diberikan suatu masalah untuk dipecahkan secara individu atau berkelompok peserta didik rata-rata malas untuk membaca petunjuk, sehingga pesan yang terdapat baik di LKPD maupun soal evaluasi tidak dipahami dengan baik dan menyebabkan masalah yang diberikan tidak bisa diselesaikan dengan baik. Sumber belajar yang terbatas juga sangat berpengaruh terhadap kemampuan peserta didik untuk memecahkan permasalahan yang diberikan, selama ini peserta didik hanya mempunyai sumber belajar LKS yang dibagikan oleh pihak sekolah. Peserta didik tidak diwajibkan memiliki buku pegangan, sedangkan buku-buku penunjang di perpustakaan yang sesuai dengan mata pelajaran IPA/Biologi di SMK ASSA’ADAH jumlahnya terbatas. Salah satu sumber belajar lainnya yang digunakan peserta didik adalah dari mesin pencarian di internet, sedangkan karena minat baca rendah, peserta didik hanya mengambil dari satu sumber saja tidak kemudian mencari pilihan jawaban dari sumber lainnya, akibatnya solusi dari masalah yang dikemukakan kurang spesifik.
Tantangan pada saat diskusi kelompok yang ditemukan adalah diskusi kelompok ada kalanya didominasi oleh seorang atau beberapa orang anggota diskusi dan menyebabkan orang yang tidak berminat hanya sebagai penonton, bisa pula terjadi perbedaan pandangan dari berbagai sudut bagi masalah yang dipecahkan, bahkan mungkin pembicaraan menjadi menyimpang, sehingga memerlukan waktu yang panjang, pada kesempatan lain terdapat anggota kelompok mencoba mendominasi pembicaraan, sedangkan anggota lainnya mungkin segan untuk ikut berpartisipasi. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL ) yang dilakukan secara berkelompok membuat peserta didik yang malas semakin malas.
Student Centered Learning menggunakan model pembelajaran Problem Based
Learning (PBL) materi Ekosistem mengharuskan peserta didik untuk menyajikan
hasil karya dengan cara presentasi. Presentasi bisa diartikan menyajikan atau
mengemukakan informasi kepada orang lain dengan tujuan bermacam-macam seperti,
memberi tahu, mempengaruhi ataupun mengajak (persuasif). Namun demikian pada
saat ini presentasi juga dilakukan dalam proses pembelajaran, baik yang
dilakukan oleh pendidik maupun peserta didik. Kendala yang dihadapi peserta
didik pada saat presentasi adalah peserta didik tidak melakukan persiapan yang
matang, sehingga muncul rasa gugup dan cemas sehingga presentasi berjalan
kurang baik. Komunikasi satu arah yang dilakukan saat presentasi juga terjadi
dikarenakan, peserta didik ingin segera
menuntaskan sesi presentasi sehingga memberikan waktu sedikit untuk sesi tanya
jawab. Kendala lain pada saat presentasi adalah peserta didik dari kelompok
lain kurang aktif memberikan tanggapan sehingga sesi presentasi berjalan
monoton dan kurang menarik.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam menghadapi tantangan antara lain :
1) Pemilihan metode pembelajaran yang lebih bervariasi.
a. Strategi yang dilakukan pendidik dalam pemilihan metode pembelajaran
adalah dengan memahami karakteristik peserta didik, Disini pendidik memilih metode
pembelajaran yang akan digunakan adalah ceramah, penugasan, tanya jawab dan
diskusi.
b. Proses pemilihan metode ini pertama pendidik mempelajari macam-macam
metode dalam pembelajaran, lalu memahami karakteristik peserta didik dengan
melihat kemampuan dasar dan kebiasaan peserta didik.
c. Sumber daya yang diperlukan dalam pemilihan metode ini antara lain
meningkatkan pemahaman/kompetensi pendidik akan metode pembelajaran dan juga
pemahaman pendidik akan materi pembelajaran yang akan disampaikan.
2) Pemilihan media pembelajaran
a. Strategi yang dilakukan pendidik dalam pemilihan media pembelajaran
adalah dengan memilih media pembelajaran yang dirasa tepat dan sesuai
karakteristik peserta didik, selain itu pendidik memilih media pembelajaran
yang dikuasai baik dalam pembuatan dan juga penggunaannya, pada kegiatan
pembelajaran ini pendidik memilih media
pembelajaran menggunakan video dan Power point.
b. Proses pembuatan media dimulai dari mempersiapkan materi sesuai Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang
sudah disusun sebelumnya, serta mempelajari materi yang akan dibuat medianya,
kemudian pendidik merancang desain power point yang menarik sehingga membuat
rasa penasaran peserta didik juga tinggi untuk mengulik materi tersebut setelah
kelas berakhir. Adapun untuk media pembelajaran berupa video youtube, pada
kegiatan pembelajaran ini masih menggunakan video yang dibuat oleh orang lain,
dikarenakan pendidik belum mampu membuat media belajar video berbasis Artifical
Intelligence (AI), Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR).
c. Sumber daya yang diperlukan untuk membuat media pembelajaran ini antara
lain meningkatkan kemampuan pendidik dalam menggunakan media power point dan
sarana pendukung lain yaitu laptop dan jaringan internet yang memadai.
3) Pemilihan model pembelajaran
a. Strategi yang dilakukan pendidik dalam pemilihan model pembelajaran
adalah dengan memahami karakteristik peserta didik, pada kegiatan ini
pendidik memilih model pembelajaran Problem Based Learning
(PBL) dengan bantuan video dan pendekatan masalah kontekstual.
b. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dipilih karena dapat
memberi tantangan kepada peserta didik untuk menemukan pengetahuan baru, membantu peserta didik mengalihkan
pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata, serta
mengembangkan kemampuan peserta didik untuk berpikir kritis.
c. Sintaks atau urutan langkah langkah kegiatan pembelajaran model
pembelajaran Problem Based Learning (PBL) adalah Orientasi peserta didik pada
masalah, mengorganisasi peserta didik untuk belajar, membimbing penyelidikan
individual maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil, menganalisis
dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
d.
Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan menggunakan model pembelajaran
Problem Based Learning (PBL) meliputi kegiatan Pendahuluan, Kegiatan Inti dan
Penutup.
e. Kegiatan pendahuluan, kegiatan ini bertujuan menyiapkan mental dan fisik
peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran. Kegiatan pendahuluan terdiri
dari Salam pembuka, doa untuk memulai belajar, pemberian motivasi serta
kegiatan apersepsi untuk mengaitkan apa yang telah diketahui atau di alami
dengan apa yang akan dipelajari. Di akhir kegiatan apersepsi pendidik
menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan tersebut.
Pada kegiatan apersepsi peserta didik mulai aktif menjawab pertanyaan pemantik
yang dikemukan oleh pendidik
f. Kegiatan inti, kegiatan inti dalam pembelajaran merupakan kegiatan yang
utama dalam proses pembelajaran atau dalam proses penguasaan pengalaman belajar
(learning experience) peserta didik. Membentuk pengalaman belajar maupun
kemampuan peserta didik perlu ditempuh melalui proses belajar yang direncanakan
oleh pendidik. Kegiatan inti pada
pembelajaran ini diawali dengan orientasi peserta didik pada masalah,
pada kegiatan ini pendidik menampilkan
materi pembelajaran berupa video dan power point berisikan materi ekosistem.
Peserta didik dalam ini menyimak dengan baik. Selanjutnya pendidik memberikan
pertanyaan kontekstual terkait materi yang telah disajikan, selanjutnya peserta
didik menjawab pertanyaan kontekstual yang ditanyakan oleh pendidik
g. Kegiatan inti berikutnya adalah mengorganisasi peserta didik untuk
belajar, dengan membagi kelas menjadi beberapa kelompok untuk bekerjasama
mengerjakan LKPD yang berisikan permasalahan kontektsual sesuai dengan materi
ekosistem serta memecahkan masalah yang berkaitan dengan materi tersebut. Dalam
kegiatan ini peserta didik diminta untuk bekerja sama dengan baik, mendengar
dan menghargai pendapat dari teman satu kelompok, sehingga didapatkan hasil
diskusi sesuai dengan LKPD yang diberikan.
h. Kegiatan inti berikutnya adalah pendidik membimbing penyelidikan
individual maupun kelompok, pada kegiatan ini pendidik mendampingi diskusi yang
dilakukan oleh kelompok serta membantu jika ada kesulitan yang dihadapi selama
proses diskusi.
i. Kegiatan inti berikutnya adalah mengembangkan dan menyajikan hasil, pada
kegiatan ini peserta didik secara berkelompok diminta untuk menyajikan hasil
diskusi terhadap masalah kontekstual yang diberikan pendidik pada LKPD yang
telah dikerjakan untuk kemudian mempresentasikan di hadapan seluruh teman
kelompok lain dengan kompak dan percaya diri, pada saat presentasi peserta
didik mampu menyajikan presentasi dengan baik, meskipun masih dapat dilihat
bahwa peserta didik kurang percaya diri dalam menyajikan serta menjawab
pertanyaan dari kelompok yang lain.
j.
Kegiatan inti berikutnya adalah menganalisis dan mengevaluasi proses
pemecahan masalah, pada kegiatan ini pendidik meminta peserta didik secara
bersama-sama membuat kesimpulan hasil diskusi dan ide terkait pertanyaan
kontekstual dari pendidik. Selanjutnya pendidik memberikan konfirmasi atas
diskusi dan kesimpulan peserta didik, serta memberikan penghargaan dan
apresiasi kepada peserta didik karena telah mengikuti proses pembelajaran
dengan baik.
k. Kegiatan Penutup dilakukan Pendidik bersama dengan peserta didik membuat
kesimpulan tentang pembelajaran yang sudah dilakukan, selanjutnya pendidik
memberikan kegiatan evaluasi yang di
akhir penyajian materi yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta didik atas materi yang
telah diajarkan. Evaluasi berisikan 5 soal isian singkat berbasis HOTs,
menyajikan soal literasi dan numerasi, untuk selanjutnya dikumpulkan dan
dilakukan penilaian kognitif. Selain penilaian kognitif pendidik juga telah melakukan
penilaian afektif dan psikomotorik selama proses diskusi kelompok dan
presentasi.
Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan Pembelajaran Lapangan
model Problem Based Learning (PBL) adalah :
1) Pemilihan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) memberikan dampak baik bagi peserta didik yaitu peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, mulai dari kegiatan apersepsi, orientasi peserta didik pada masalah, mengorganisasi peserta didik untuk belajar, membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
2) Pada kegiatan apersepsi peserta didik mulai aktif menjawab pertanyaan pemantik yang dikemukan oleh pendidik berkaitan dengan permasalahan kontesktual materi ekosistem.
3) Pada kegiatan orientasi peserta didik pada masalah, pendidik menyajikan video youtube dan media power point, pada kegiatan ini peserta didik menyimak dengan baik dan seksama.
4) Pada kegiatan mengorganisasi peserta didik untuk belajar, peserta didik melakukan kerjasama bersama teman satu kelompok untuk mengerjakan LKPD berkaitan dengan masalah konstekstual materi ekosistem, adapun masalah kontesktual yang diberikan oleh pendidik berhubungan dengan advanced material yaitu Deforestrasi Hutan di Indonesia, Kebakaran Hutan di Indonesia dan Penambangan Liar di Hutan Indonesia, untuk selanjutnya didiskusikan dan dicari solusi terbaik terhadap masalah yang telah diberikan. Peserta didik sudah mampu bekerja sama dengan baik dan menghargai pendapat dari teman satu kelompok.
5) Pada kegiatan membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, pendidik memberikan pendampingan kepada peserta didik jika peserta didik mengalami kesulitan dalam menjawab permasalahan kontekstual yang diberikan pendidik dalam LKPD.
6) Pada kegiatan mengembangkan dan menyajikan hasil, peserta didik secara berkelompok maju ke depan mempresentasikan hasil diskusi dan teman dari kelompok lain, menyimak dan memberikan tanggapan. Pada kegiatan ini presentasi yang dilakukan oleh tiap kelompok sudah lebih baik dibandingkan pada presentasi di pertemuan selanjutnya, peserta didik sudah semakin percaya diri, dan menunjukkan kekompakan dalam melakukan presentasi. Peserta didik sudah mulai bisa memberikan tanggapan serta menanggapi pertanyaan dari kelompok lain.
7) Pada kegiatan menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, pendidik dan peserta didik bersama-sama mampu melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran pertemuan tersebut, refleksi yang dikemukan berkaitan dengan advanced material pada LKPD adalah dampak negatif atau kerugian dari kerusakan hutan akibat Deforestrasi Hutan di Indonesia, Kebakaran Hutan di Indonesia dan Penambangan Liar di Hutan Indonesia dapat dirasakan oleh banyak pihak tidak saja oleh pengusaha hutan yang kehilangan peluang berproduksi secara optimal-lestari guna mempertahankan kelangsungan bisnisnya; juga timbul penilaian atas berkurangnyan peran Pemerintah dalam melindungi rakyatnya dari bahaya banjir, tanah longsor, ketersediaan air untuk pertanian dan kehidupan rakyat, ketersediaan udara bersih, penderitaan rakyat yang tinggal di dataran rendah/ pesisir/ perkotaan bahkan sampai pada satwa liar yang dilindungi terpaksa berkeliaran karena kehilangan habitatnya.
8) Kegiatan penutup diawali dari pendidik bersama dengan peserta didik membuat kesimpulan terhadap pembelajaran hari ini dan disimpulkan bahwa pembelajaran hari ini berlangsung dengan sangat baik, peserta didik mampu bekerja sama memecahkan permasalahan kontekstual materi ekosistem dan mempresentasikan hasil diskusi dengan baik.
9) Selanjutnya pendidik memberikan evaluasi akhir pembelajaran, pendidik menyajikan 5 soal uraian berisikan soal Literasi dan Numerasi yang dihubungkan dengan advanced material materi ekosistem. Soal HOTs yang disajikan diharapkan bisa meningkatkan dan mengasah logika, pola pikir kritis, dan kreativitas pada peserta didik.
Kegiatan diakhiri dengan pendidik memberikan umpan balik kegiatan pertemuan tersebut dan menyampaikan pembelajaran di pertemuan selanjutnya, diakhiri dengan doa dan salam penutup.
Keefektifan dan dapat dilihat dari proses Praktik Selama kegiatan pembelajaran Pendidik melakukan penilaian afektif, psikomotorik dan kognitif kepada peserta didik kelas 10 PKM SMK ASSA’ADAH. Berdasarkan hasil tes kognitif nilai rata-rata peserta didik kelas 10 PKm adalah 87,8 dengan KKM sekolah untuk mata pelajaran IPA adalah 75. Presentase ketuntasan peserta didik sebanyak 90,90 % (11 peserta didik) presentase peserta didik yang belum tuntas sebanyak 9,10 %, peserta didik banyak tuntas dikarenakan peserta didik mampu memahami materi pembelajaran dengan baik, sedangkan 1 peserta didik yang belum tuntas dikarenakan masih belum memahami pembelajaran dengan baik, sehingga diperlukan rencana tindak lanjut. Untuk penilaian afektif 11 peserta didik sudah menunjukkan kemampuan disiplin, kerjasama dan teliti dalam kegiatan pembelajaran, dibuktikan dengan 4 peserta didik memperoleh nilai afektif 100, 6 peserta didik yang memperoleh nilai 89 dan 1 peserta didik yang mampu memperoleh nilai 78, jika di rata-rata maka didapatkan nilai 92, hasil ini sudah sangat bagus meskipun tetap harus ditingkatkan. Untuk penilaian psikomotorik sebanyak 2 peserta didik yang masuk menunjukkan kemampuan sangat baik dalam penggunaan bahasa saat presentasi, kejelasan suara saat presentasi, penguasaan materi presentasi, menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan materi presentasi, penampilan kerapian, kesopanan dan percaya diri saat presentasi. 5 peserta didik menunjukkan kemampuan baik dalam penggunaan bahasa saat presentasi, kejelasan suara saat presentasi, penguasaan materi presentasi, menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan materi presentasi, penampilan kerapian, kesopanan dan percaya diri saat presentasi dan 3 peserta didik menunjukkan kemampuan cukup baik dalam penggunaan bahasa saat presentasi, kejelasan suara saat presentasi, penguasaan materi presentasi, menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan materi presentasi, penampilan kerapian, kesopanan dan percaya diri saat presentasi.
Komentar
Posting Komentar